Pages

Senin, 25 Maret 2013

7 Pemicu Perang Terkonyol Sepanjang Massa


1. The Anglo-Zanzibar War 
(Perang Paling Singkat dalam Sejarah, Hanya 40 Menit)

Perang unik antara Inggris vs Zanzibar pada 27 Agustus 1896, hanya berlangsung selama 40 menit. Ini merupakan perang terpendek dalam catatan sejarah. Pemicu perang adalah kematian Sultan Hamad bin Thuwaini yang pro Inggris melawan penggantinya Sultan Khalid bin Barghash. Sesuai perjanjian yang ditandatangani tahun 1886, pengganti Sultan harus persetujuan konsul Inggris, namun Khalid melanggar perjanjian tersebut, tanpa persetujuan Inggris Khalid naik tahta. Inggris berang, dan memberi ultimatum untuk turun tahta, namun Khalid tak mengindahkan. Sebaliknya, merespon ultimatum Inggris, Khalid mengerahkan angkatan bersenjatanya dan membaricade istananya dari serangan Inggris.

Ultimatum ini berakhir pukul 09.00 dan sekitar jam 09.02 bom pembuka dilontarkan Inggris dengan di pagi hari tgl 27 Agustus. Inggris membombardir Istana Khalid dan mencerai beraikan pasukan yang menjaga istana. Setidaknya ada 500 korban dari pihak Khalid, sementara hanya satu prajurit angkatan laut Inggris yang cidera. Perang singkat itu hanya berlangsung 40 menit. Sultan Khalid pun bertekuk lutut!

2. The Pig War 
(Dipicu Oleh Bidikan dari Babi)


 'Perang Babi' ini bukan perang melawan Flu Babi atau Swine Flu, tapi Perang yang terjadi gara-gara tertembaknya seekor babi. Hahh!! Jangan kaget, tapi itulah keunikan perang ini sehingga disebut Pig War. Terjadi tahun 1859 antara Amerika vs Inggris. Sebenarnya inti dari perang ini adalah perselisihan perebutan Pulau San Juan, yang ada di antara Pulau Vancouver dan daratan Amerika Utara. Perang Babi, begitu dipanggil karena dipicu oleh tertembaknya seekor babi. Banyak sebutan untuk masa itu; antara lain; Perang Babi, Episode Babi dan Kentang, Perselisihan Batas San Juan atau Perselisihan Batas Barat laut. Babi adalah satu-satunya "korban" perang, membuat konflik ini tidak berdarah alias tidak ada korban jiwa manusia.

3. 335 Tahun 'Perang 
(Berlangsung Selama 335 Tahun dengan Tidak Ada Korban)

Perang ini luar biasa lama, 335 tahun (1651-1986), antara Belanda vs Kepulauan Scilly (southwest coast of the United Kingdom) . Namun peristiwa aneh ini tercatat sebagai perang terlama dalam catatan sejarah. Setelah ratusan tahun, akhirnya perdamaian ditandatangani pada 1986.

4. Moldovan-Transdniestrian War
(Dimana Kedua Belah Pihak Petugas akan Minum Bersama - Sama pada Malam & Berperang Pada Pagi Hari)



Setelah minum-minum pada malam-malam sebelumnya, para perwira yang kemudian berbeda negara setelah Uni Soviet runtuh ini, kemudian menjadi saling bermusuhan dan berperang berhari-hari. Setelah era runtuhnya Uni Soviet, 2/3 Moldova ingin dekat dengan Rumania yaitu tetangganya di sebelah barat. Sementara bagian Timur, sungai Dniestr, ingin dekat dengan Ukraina dan Rusia.

Perang pun pecah ! tidak dapat dihindari, bagian timur retak dan membentuk Transdniestria, yang sampai sekarang belum diakui dunia. Lalu, Moldova dan Transdniestria terlibat perang. Perang ini disebut perang paling aneh di dunia. Militer lokal menyebutnya sebagai Perang Mabuk (drunken war).

Bayangkan saja, bagaimana tidak disebut Perang Mabuk, para perwira dua negara itu pagi sampai sore mereka berperang mati-matian, saling menembak-membunuh satu sama lainnya, namun malamnya mereka bertemu, bersenang-senang mabok bersama. Sungguh-sungguh aneh...!!!

Akibatnya, perang meletus.
Tapi apa yang membuat perang ini benar-benar aneh adalah fakta bahwa para pria berkelahi satu sama lain selama siang hari,dan ketika malam mereka sering berkumpul di tanah tak bertuan untuk berbaur dan minum-minum. Tentara bahkan membuat perjanjian untuk tidak menembak satu sama lain jika mereka bertemu satu sama lain selama pertempuran di hari berikutnya.

Dan itu terjadi hampir setiap malam selama perang. Seorang tentara menulis dalam buku hariannya: "Perang ini seperti pesta aneh, siang hari kita membunuh musuh kami, pada saat malam kita minum dengan mereka. Betapa edannya perang gila ini .... "

Maklum saja, mereka sebelumnya sudah saling mengenal, hanya karena akhirnya negara berbeda karena kejatuhan Uni Soviet, membuat mereka bermusuhan. Demi negara yang mereka bela, demi ego, mereka bermusuhan, tapi pertemanan tetap berjalan pada malam hari. Luar biasa aneh!!!

Perang durasi: (2 Maret - 21 Juli 1992) 4 bulan.
Korban: 1.300 mati di kedua belah pihak.


5. Emu War 
( Bagaimana Australia Kehilangan Perang Terhadap Unggas)

Emu War, juga dikenal sebagai Great Emu War. Perang ini tak kalah anehnya, di mana operasi militer dilancarkan untuk melawan kawanan burung. Perang aneh ini terjadi tahun 1932 di Australia Barat. Pasukan Militer Australia (masih di bawah Inggris) dipimpin Mayor Meredith. Tercatat, para tentara menggunakan senapan mesin lewis dan menghabiskan 10.000 selongsongan peluru. Namun perang ini sia-sia karena burung-burung yang ditembaki ini berhasil melarikan diri. Dengan kecepatan sekitar 50 km/jam (30 mph), burung-burung ini sebagian besar berhasil menghindari serangan peluru senapa mesin.

Namun begitu diperkirakan, ada sekitar 20.000 burung terbunuh. Mayor Meredith, sang komandan, tercengang dengan hasil yang tak diharapkan itu. Menteri Pertahanan Australia lalu memerintahkan pasukan mundur dan menghentikan serangan. Emu War pun berakhir dengan kekalahan pihak Australia. Ck..ck...Stupid War!!

6. Football the War
( Mulai dengan Sebuah Permainan Sepak Bola )


Perang antara El Savador melawan Honduras tahun 1969 ini disebut Perang Sepak Bola karena berlangsungnya bertepatan dengan berlangsungnya babak kedua kualifikasi Piala Dunia 14 Juli 1969, zona Amerika Utara. Perang ini berlangsung 100 jam atau perang lima hari. Pemicu konflik ini adalah masalah imigrasi dari El Salvador ke Honduras. Puncaknya, El Savador menyerang Honduras. Lalu, AS menegosiasikan untuk keduanya gencatan senjata yang baru terwujud pada 20 Juli. El Salvador akhirnya ikut Piala Dunia tahun 1970, namun mereka gagal.


7. War of 1812
( Disebabkan Oleh Cacat Ringkas Komunikasi )

 James Madison seorang politikus Amerika dan Presiden Amerika Serikat ke-4 (1809–1817). adalah seorang "penafsir yang ketat", yaitu orang yang menentang penafsiran bebas Konstitusi. Disebut juga Madison's War atau Perang Pemasangan Komunikasi. Dua hari sebelum perang itu pemerintah Inggris menyatakan bahwa ia akan mencabut undang-undang yang merupakan alasan utama untuk perang. Jika sudah ada komunikasi dengan Eropa, perang mungkin bisa dihindari.

0 komentar:

Poskan Komentar