Pages

Senin, 18 Maret 2013

7 Film Kartun Bisu Terpopuler di Dunia

Menonton serial kartun seperti Doraemon, Shinchan atau Penguin of Madagascar mungkin sudah biasa. Serial2 tersebut dilengkapi dengan dialog, yaaa kalau tidak ada dialognya jelas tidak ada jalan cerita yang bisa dinikmati. Tapi, ternyata ada lohh serial kartun tanpa dialog alias bisu! Benar2 tidak ada dialog antar pemain sama sekali, namun serial ini sangat digemari dan bahkan ada yang pernah berprestasi di tingkat internasional. Berkut 7 serial kartun bisu terpopuler di dunia

7. Pingu

Seri yang diciptakan oleh Otmar Gutmann ini diproduksi oleh Grup Pygos dan Trickfilmstudio di Swiss. Berkisah ttg keluarga penguin di kutub Selatan dimana karakter utamanya adalah salah satu anak dalam keluarga itu yang bernama Pingu.

Acara ini hanya berlangsung selama 4 musim dari 1986-1998. Pada 1998, ada 2 episode Pingu yang dibuat namun tidak ditayangkan karena masalah jadwal. Setahun setelahnya, seri ini kembali diproduksi namun hanya ditayangkan antara iklan.

6. Ooglies

Pertama tayang pada tanggal 10 Agustus 2009 di dua stasiun TV Skotlandia, CBBC dan BBC HD. Ooglies mempertontonkan sketsa humor pendek dengan barang2 peralatan rumah tangga yang memiliki sepasang mata. The commisssion was for 2 series of 13 shows yang masing2 berdurasi 15 menit.


5. Larva

Negeri ginseng Korea ternyata tidak hanya gemar memproduksi serial drama ataupun menghipnotis dunia dengan demam Kpopnya. Larva, seri pendek yang hanya berdurasi 2 menit ini menghadirkan dua ekor larva/ulat dengan segala kekonyolan yang mereka lakukan tiap harinya. Kedua larva ini tidak disebutkan namanya, hanya saja seekor berwarna merah kecil dan satunya lagi lebih besar berwarna kuning. Pertama nonton, saya hanya bisa bilang “gokiiiiilllll” hahaha asli ngakak deh nonton Larva, walau agak sadis juga sih sebenernya

Walau setting tempat hampir tidak pernah berganti, yakni selalu ada di dalam sebuah selokan, namun nampaknya pihak scriptwriter nggak pernah kehabisan ide cerita. Adaaaaa aja ulah konyol Si Merah dan Si Kuning beserta penghuni selokan lainnya, seperti Kumbang, Kodok, Siput dan serangga pembawa kotoran.
 

4. Minuscule

Serial ini unik karena menggabungkan pemandangan nyata dengan karakter2 animasi. Serangga menjadi tokoh utama disini, dimana kehidupan sehari2 merekalah yang diangkat menjadi tema cerita. Ekspresinya bisa dibilang paling minim jika dibandingkan dengan 6 serial lain dalam daftar ini, namun audio yang ditampilkan dijamin bisa menambah hidup jalan ceritanya. Audio adalah kombinasi dari serangga asli dan efek suara seperti mobil, helikopter, mesin pesawat, disentis buzzing dll. Pengaturan background sebagian besar adalah pedesaan Prancis (mengingat negara asal Minuscule adl Prancis), termasuk rumah pertanian, pagar, mobil, permukaan jalan, saluran air, selokan dan bak sampah. Minuscule tayang di Disney Channel pada 2006-2008.


3. Shaun the Sheep

Animasi yang tayang perdana di TV Inggris pada Maret 2007 ini diproduksi CBBC, Inggris.
Shaun The Sheep memotret domba atau biri-biri yang cerdas, kreatif dan bisa melakukan kegiatan layaknya manusia dengan seting sebuah peternakan.

Setiap episodenya berisi banyolan slapstick. Tak ada dialog dalam animasi berjumlah 80 episode ini. Bahkan kalau pun muncul karakter manusia, tak ada dialog yang terucap. Kadang hanya terdengar suara tokoh menghela nafas atau melengos, untuk mengekspresikan emosi karakter.

Di Indonesia, ratting acara ini bahkan pernah mengalahkan beberapa sinetron yang menjamur di channel TV lain.


2. Oscar’s Oasis

Baru tayang beberapa minggu belakangan walaupun di negara asalnya, Prancis, serial ini telah tayang sejak 2008 silam. Buat pelanggan TV berbayar, mungkin sudah lebih dulu akrab dengan animasi bisu ini. Disney Channel Asia resmi menayangkan sejak akhir Februari silam. Animasi yang di Eropa dikenal dengan judul Oscar & Co juga telah tayang di Italia, Inggris, Canada, Amerika Selatan, Korea dan Hong Kong. Pada tahun 2008, Oscar’s Oasis hanya dibuat 7 episode dengan durasi sekitar 90 detik. Baru pada 2010 dibuat versi dengan durasi rata-rata 7 menit per episode, dengan total 78 episode.

Oscar’s Oasis berkisah tentang petualangan Oscar, seekor kadal yang selalu menjelajah gurun pasir bersama 3 “musuh”: Buck (burung pemakan bangkai), Harchi (seekor hyena, beberapa situs menyebutnya Harachi) dan Poppy (musang betina). Ketiganya selalu mengikuti kemanapun Oscar pergi. Mereka juga selalu ingin mengambil apa yang diperoleh Oscar. Namun Oscar selalu lebih cerdik dan gesit menghalangi niat buruk mereka.

Tujuan Oscar sebenarnya sederhana, mencari air untuk minum, tempat berteduh dan sesuatu untuk dimakan. Namun misi itu menjadi sulit karena ia tinggal di gurun pasir yang gersang. Tidak lupa, di awal tiap episode selalu diperkenalkan nama masing2 tokoh.


1. Bernard Bear

Animasi pendek berdurasi kira2 3 menit ini diproduksi oleh RG Animation Studios asal Korea dengan kerjasama BRB Internacional SA dari Spanyol dan M6 Metropole Televicion dari Prancis. Style animasi ini adalah kombinasi antara computer-generated and cel animation. Ceritanya ditulis oleh tim kreatif Screen21 dari Spanyol dan disutradari oleh José Luis Ucha dan Claudio Biern Lliviria. Wah keren ya kerjasamanya dengan negara2 Eropa hehe.

Serial yang pertama terbit tahun 2007 ini berkisah ttg kehidupan sehari-hari seekor beruang kutub bernama Bernard lengkap dengan semua kekonyolan yang dilakukannya. Ia sebenarnya cukup pintar, namun sifatnya yang ceroboh lebih dominan sehingga nasibnya cenderung apes. Tiap episode akan kita lihat keluguan Bernard dalam menyelesaikan masalah dengan tambahan beberapa adegan slapstick. Terkadang akan kita lihat pula beberapa tokoh tambahan, yang paling sering adalah Eva si Penguin dan Lloyd si Kadal.

Kenapa Bernard Bear ditempatkan di nomor satu dalam daftar ini? Karena serial animasi bisu ini pernah dinominasikan untuk beberapa international awards, termasuk Best Animation Series di Sttugart Festival of Animated Film (2006), Mipcom Jr. Licensing Challenge Award (2004), Prize in Children and Education di Dong A International Festival of Cartoon and Animation (2004) dan menjadi finalis dalam Annecy International Animation Festival (2003). Sebuah bukti bahwa animasi bisu tidak hanya bisa mengundang tawa tapi juga mendulang prestasi.
 

0 komentar:

Poskan Komentar